Profil Pesantren
Latar Belakang Berdirinya Pondok Pesantren
Latar belakang berdirinya Pondok Pesantren Roudlotul Qur’an Al-Maghfuri yaitu berawal dari satu orang santri yang mengaji di kediaman Abah KH. Farhanudin dan Ibunda Zulfatul Azizah. Santri tersebut awalnya memiliki niat untuk mengaji menghafal Al-Qur’an kepada Ibunda Zulfatul Azizah. Kemudian beliau sowan ke ndalem (rumah) untuk meminta izin mengaji sampai khatam Al-Qur’an bil ghaib. Ibunda menerima niat baik seorang santri tersebut dan kemudian diberikan satu kamar kosong untuk penginapan selama menempuh ilmu kepada Ibu Nyai. Hal ini berlangsung sekitar Tahun 2005.
Pada saat itu kiprah Ibu nyai dan Abah Yai yaitu mengajar anak-anak TPQ di Mushola Al-Amiriyah. Mushola yang dibangun disebelah ndalem beliau dari hasil tanah wakaf Al-Marhum KH. Maghfuri dan Nyai Hi. Siti Rohmah yaitu Bapak dan Ibu dari Abah KH. Farhanudin. Selain tekun mengajar TPQ, Abah juga merupakan tokoh agama di masyarakat setempat atau dapat dikatakan sebagai Kyai Kampung. Beliau dipercaya untuk mengisi pengajian di beberapa tempat, baik pengajian yang bersifat Majlis Taklim maupun pengajian yang bersifat acara-acara besar Keislaman.
Ibunda Nyai Zulfatul Azizah memilki kiprah di masyarakat sima’an Al-Qur’an rutin. Kiprah beliau ini dimulai sekitar Tahun 1997. Saat itu, para penghafal Al-Qur’an masih sangat jarang dan langka. Namun karena ketekunan beliau dalam menghafal Al-Qur’an di pesantren, beliau mampu menyelesaikan hafalan Al-Qur’an lancar 30 Juz dengan waktu 1 Tahun 10 Hari. Sehingga beliau telah memiliki beberapa sanad Al-Qur’an dari guru-gurunya.
Sanad Al-Qur’an berbeda dengan Ijazah Al-Qur’an/tanda telah menyelesaikan hafalan Al-Qur’an. Ijazah Al-Qur’an diberikan kepada seorang santri ketika santri tersebut telah menyelesaikan setoran hafalan 30 Juz kepada gurunya. Hal ini sebagai bukti bahwa santri tersebut benar-benar berguru kepada seorang Kyai/Bu nyai. Sedangkan Sanad Al-Qur’an diberikan ketika seorang santri mampu menyetorkan hafalan Al-Qur’an mulai dari Juz 1 sampai dengan Juz 30 dan disimak langsung oleh guru yang bersangkutan dengan lanyah (lancar tanpa adanya kesalahan membaca).
Karena Ibu Nyai telah memiliki sanad Al-Qur’an yang diberikan oleh gurunya. Beliau dikenal oleh masyarakat melalui barokah Al-Qur’an yang terus di jaga dimanapun berada. Hingga saat ini beliau selalu memenuhi undangan sima’a apabila terdapat masyarat yang membutuhkan.
Cikal Bakal Berdirinya Pesantren
Seperti yang telah disebutkan di atas, sekitar Tahun 2005 terdapat santri putra yang sowan ke ndalem (rumah) Abah KH. Farhanudin dan Ibunda Zulfatul Azizah untuk menuntut ilmu hafalan Al-Qur’an. Pada saat ini Abah dan Ibu tidak memiliki bangunan asrama selain rumah kediaman beliau. Akhirnya santri tersebut diberikan satu ruang kosong untuk penginapan dan menjalankan aktivitas hafalan Al-Qur’an. Seiring berjalannnya waktu, santri terus bertambah khususya pada kalangan santri putri. Kemudian Abah KH. Farhanudin memberikan satu ruangan kosong berukuran 4×4 M untuk diisi 3 orang santri putri. Mereka memiliki niat yang sama yaitu menghafal Al-Qur’an kepada Ibunda Zulfatul Azizah.
Waktu terus berjalan, santri juga terus berdatangan. Sebagai catatan, saat itu Abah dan Ibu tidak pernah membuka pendaftaran santri. Karena tidak ada tempat untuk menampung para santri. Akan tetapi karena niat mereka yang diantar oleh orang tuanya dalam menuntu ilmu. Akhirnya Abah dan Ibu dengan senang hati menerima mereka untuk belajar di kediaman beliau. Hingga di tahun-tahun berikutnya dibangunlah asrama putri 2 lantai samping kediaman beliau. Hal ini dikarenakan santri putri paling mendominasi dari pada santri putra. Adapun santri putra masih ditampung dikediaman beliau. Hingga Akhirnya pada Tahun 2019 dibangun Asrama Putra 2 Lantai disebelah mushola Al-Amiriyah.
Atas segala perjuangan, ketekunan, dan kesabaran, dan kekuatan Abah dan Ibu dalam membimbing santri-santrinya. Akhirnya Beliau istikhoroh dan memohon ridho kepada Allah Swt untuk mendirikan pesantren sebagai wadah wawasan keilmuan bagi santri-santrinya. Dan pada bulan Oktober Tahun 2021. Pondok Pesantren Roudlotul Qur’an Al-Maghfuri resmi berbadan Hukum di Kemenkumham dengan Nomor AHU-0033274.AH.01.12. Tahun 2021 Tanggal 21 Oktober 2021.
Setelah resmi berbadan hukum, Yayasan Pondok Pesantren Roudlotul Qur’an Al-Maghfuri mendaftar izin operasional di Kementrian Agama Republik Indonesia dengan nomor pendaftaran 202209180745074. Dan pada tanggal 25 Agustus 2023 telah resmi mendapatkan legalitas pesantren dari Kemenag RI

