Tasyakuran Wisuda Khotmil Qur’an Ke-3 dan Peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad Saw

pprqalmaghfuri.com – Pondok Pesantren Roudlotul Qur’an Al-Maghfuri telah melaksanakan Tasyakuran Wisuda Khotmil Qur’an yang ketiga dan Peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad Saw. Sebelumnya Tasyakuran Wisuda yang pertama pernah dilaksanakan pada tahun 2016 dan yang kedua pada tahun 2021.

Wisuda yang ketiga ini, Alhamdulillah Pondok Pesantren Roudlotul Qur’an Al-Maghfuri pimpinan Abah KH. Farhanudin dan Ibu Nyai Zulfatul Azizah telah mewisuda santri sebanyak 37 Santri dengan rincian 9 (Sembilan) peserta wisuda Juz 30, 11 (sebelas) peserta wisuda 5 Juz, 5 (lima) peserta wisuda 10 Juz, 2 (dua) peserta wisuda 20 Juz, dan 7 (tujuh) peserta wisuda 30 Juz.

Nama-nama Peserta Wisuda

Adapun nama-nama santri yang mengikuti wisuda Al-Qur’an bil hifdzi pada tahun 1445 H /2024 M sebagai berikut:

Sekilas tentang wisuda Khotmil Qur’an

Wisuda Al-Qur’an merupakan momen di mana santri putra dan putri berhasil menghafal seluruh Al-Qur’an dengan baik dan benar. Untuk menyelesaikan hafalan Al-Qur’an, setiap santri  membutuhkan ketekunan, kesabaran, dan tentu saja, rahmat dari Allah SWT.

Bagi santri, Menghafal Al-Qur’an juga bukan perkara yang mudah. Mereka membutuhkan waktu dan usaha yang tekun da sungguh-sungguh. Setiap ayat demi ayat, bahkan setiap harakatnya harus dipahami dengan mendalam dan dihayati dengan sungguh-sungguh. Tidak hanya menghafal secara teks, tetapi juga memahami makna yang terkandung dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Proses menghafal Al-Qur’an selalu ada rintangan, godaan, dan tantangan yang harus dihadapi. Namun, kita dapat mengatasi sebuah rintangan dengan kegigihan niat yang kuat dan keyakinan yang tak tergoyahkan. Seorang santri tidak hanya menghadapi ujian dari teman sebayanya, lingkungannya, dan dunia luar, akan tetapi ujian dari dalam diri santri itu sendiri dalam menjaga hafalan Al-Qur’an

Pada Wisuda Khotmil Qur’an yang ketiga ini, ada santri putra dan putri yang telah menyelesaikan hafalan Al-Qur’an dengan usia yang masih sangat muda, yaitu Ananda “Fitra Nazilul Falah” putra dari Bapak Kyai Ali Rodli (Pengasuh PP Bahrul Falah – Pasir Sakti) telah menyelesaikan hafalan 5 Juz pada usia 10 Tahun. Sedangkan yang putri yaitu Ananda “Auby Kenshabrina Maulida” putri dari Bapak Muhtarom telah menyelesaikan hafalan Al-Qur’an 30 Juz pada usia 15 Tahun. Keduanya diberi penghargaan oleh Ibu Nyai Zulfatul Azizah sebagai pengasuh/pembimbing Tahfidzul Qur’an di Pondok Pesantren Roudlotul Qur’an Al-Maghfuri.

Pengajian Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad Saw

Acara Tasyakuran Wisuda Khotmil Qur’an ini sekaligus memperingati Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad Saw. Dalam hal ini, Pondok Pesantren Roudlotul Qur’an Al-Maghfuri mengundang Mubaligh untuk mengisi pengajian ini yaitu KH. Ahmad Ruba’I Pengasuh Pondok Pesantren Al-Hidayah Kalisari – Lampung Tengah.

KH. Ahmad Ruba’I dalam ceramahnya menyampaikan bahwa Isra’ Mi’raj adalah peristiwa luar biasa yang merupakan bagian dari mukjizat besar dalam kehidupan Rasulullah Muhammad SAW. Peristiwa ini merupakan perjalanan spiritual yang luar biasa, di mana Rasulullah SAW melakukan perjalanan malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa di Palestina (Isra’), kemudian naik ke langit dan berjumpa dengan Allah SWT (Mi’raj). Setiap tahun, umat Islam merayakan peristiwa Isra’ Mi’raj sebagai momen penting dalam sejarah Islam. Mari kita merenung dan memahami makna serta hikmah dari peristiwa Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW.

Isra’ Mi’raj bermakna “perjalanan malam dan naik ke langit”. Peristiwa ini terjadi pada malam yang penuh berkah di bulan Rajab, ketika Rasulullah SAW sedang beristirahat di Mekah. Malaikat Jibril datang menjemput beliau untuk melakukan perjalanan yang luar biasa ini.

Adapun Isra’ merupakan bagian pertama dari perjalanan Rasulullah SAW dalam peristiwa tersebut. Beliau melakukan perjalanan dari Masjidil Haram di Mekah ke Masjidil Aqsa dalam waktu yang sangat singkat. Setelah menyelesaikan perjalanan ke Masjidil Aqsa, Rasulullah SAW menerima Mi’raj, yakni perjalanan ke langit. Dalam perjalanan ini, beliau melewati tujuh langit dan bertemu dengan para nabi serta menerima petunjuk-petunjuk dari Allah SWT. Di puncak perjalanan ini, Rasulullah SAW menerima perintah shalat lima waktu sehari semalam.

Hikmah dan Pelajaran

Kita dapat mengambil dan memetik hikmah pengajian Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW. Antara lain adalah:

  1. Ketundukan dan Ketaqwaan: Rasulullah SAW menunjukkan ketundukan dan ketaqwaan yang luar biasa kepada perintah Allah SWT. Meskipun perjalanan tersebut sangat luar biasa dan tidak masuk akal secara logika manusia, Akan tetapi beliau menerima perintah dengan tunduk.
  2. Keistimewaan Shalat: Rasulullah SAW menerima perintah shalat dalam perjalanan Mi’raj menunjukkan pentingnya shalat dalam kehidupan umat Islam. Shalat merupakan kunci utama dalam menjaga hubungan spiritual dengan Allah SWT.
  3. Kesabaran dan Keberanian: Rasulullah SAW menunjukkan kesabaran dan keberanian dalam menghadapi perjalanan yang sulit dan penuh ujian. Ini merupakan contoh bagi umat Islam untuk tetap tabah dalam menghadapi cobaan hidup.
  4. Pentingnya Ilmu: Dalam perjalanan Mi’raj, Rasulullah SAW bertemu dengan para nabi dan menerima banyak petunjuk dan ilmu dari Allah SWT. Ini menunjukkan pentingnya pengetahuan dan pengembangan diri dalam agama Islam.
Scroll to Top